Kota Besi, 10 Agustus 2026 — SMA Negeri 1 Kota Besi menyelenggarakan Lomba Esai Numerasi pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari Program Gerakan Literasi di SMA Negeri 1 Kota Besi yang bertujuan untuk menunjang dan menguatkan keterampilan literasi serta numerasi bagi seluruh siswa.

Lomba esai numerasi kali ini mengangkat tema "Rotan", yang dipilih bukan tanpa alasan. Kota Besi dikenal sebagai daerah dengan banyak perusahaan pengolahan rotan, sehingga tema ini dihadirkan sebagai wujud nyata keterkaitan pembelajaran dengan kondisi dan potensi lingkungan sekitar siswa.

Mengaitkan Numerasi dengan Potensi Lokal

Melalui tema rotan, siswa diajak untuk tidak hanya mengasah kemampuan menulis esai secara logis dan berbasis data, tetapi juga menuangkan pemikiran kritis terkait aspek numerasi, seperti data produksi, potensi ekonomi, hingga tantangan yang dihadapi industri rotan di Kota Besi. Dengan begitu, siswa diharapkan dapat lebih memahami dan peka terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, sekaligus melihat bagaimana ilmu numerasi dapat diterapkan dalam konteks nyata kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, para siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai kemampuan berhitung dan menganalisis data, tetapi juga diajak berpikir kritis mengenai potensi, tantangan, dan peluang yang ada di daerah tempat tinggal mereka sendiri.

Bagian dari Gerakan Literasi Sekolah

Lomba esai numerasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Program Gerakan Literasi yang secara konsisten dijalankan SMA Negeri 1 Kota Besi. Program ini bertujuan untuk membangun budaya literasi dan numerasi yang kuat di kalangan siswa, sekaligus mendorong terciptanya generasi yang tidak hanya cakap dalam membaca dan menulis, tetapi juga mampu berpikir analitis dan berbasis data dalam memahami berbagai persoalan di sekitarnya.

Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan semacam ini, siswa SMA Negeri 1 Kota Besi dapat semakin terampil dalam mengintegrasikan kemampuan literasi dan numerasi dengan isu-isu lokal yang relevan, sehingga pembelajaran yang diperoleh di sekolah dapat lebih bermakna dan aplikatif bagi kehidupan mereka maupun masyarakat sekitar.

Kegiatan lomba berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.