KOTA BESI – SMA Negeri 1 Kota Besi kembali menorehkan prestasi membanggakan yang tak hanya bernilai akademik, tetapi juga sarat akan nilai budaya. Menjawab kekhawatiran akan lunturnya penutur bahasa daerah di kalangan Gen Z, sekolah ini secara resmi meluncurkan karya literasi terbarunya: "Kamus Kurik Bahasa Dayak Sampit".

Peluncuran kamus ini menjadi angin segar di tengah gempuran bahasa asing dan istilah gaul yang mendominasi percakapan remaja saat ini. SMAN 1 Kota Besi mengambil langkah konkret untuk memastikan Bahasa Dayak Sampit tetap menjadi "tuan rumah" di tanah sendiri.

Langkah Nyata Sekolah Pinggiran Kota

Meski berada di Kecamatan Kota Besi, semangat literasi sekolah ini patut diacungi jempol. Penerbitan kamus ini merupakan hasil kerja keras dari Tim Literasi Sekolah / Guru Bahasa Indonesia / Kolaborasi Siswa dan Guru dan seluruh warga sekolah dan penutur yang melakukan riset mendalam untuk mengumpulkan kosakata (kurik) yang mulai jarang terdengar.

Plt. Kepala SMA Negeri 1 Kota Besi, Ibu Indah Siswanti, S.Pd, M.Pd mengungkapkan rasa bangganya atas terbitnya kamus ini. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk merawat warisan leluhur.

"Banyak anak muda sekarang yang mengerti saat mendengar Bahasa Dayak Sampit, tapi kesulitan saat harus mengucapkannya. Kamus ini hadir biar bahasa kita gak punah. Ini adalah bukti cinta SMAN 1 Kota Besi terhadap kearifan lokal Kotawaringin Timur," ujar ketua Tim Literasi Sekolah Ibu Arbaniah, S.Pd  dalam acara peluncuran yang digelar pada 16 Desember 2025 lalu.

Jembatan Antar Generasi

"Kamus Kurik Bahasa Dayak Sampit" ini didesain tidak kaku, melainkan ramah bagi pembaca pemula maupun pelajar. Di dalamnya memuat ribuan entri kata, mulai dari percakapan sehari-hari hingga istilah-istilah unik dalam adat Dayak Sampit yang memiliki makna filosofis mendalam.

Salah satu penyusun buku, Sasmita Rahayu, S.Pd, berharap buku ini bisa menjadi pegangan wajib, tidak hanya bagi siswa SMAN 1 Kota Besi, tetapi juga masyarakat umum.

"Kami ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa daerah itu keren. Dengan adanya kamus ini, kami harap teman-teman pelajar jadi lebih percaya diri menggunakan Bahasa Dayak Sampit, baik di sekolah maupun di media sosial," tuturnya.

Harapan ke Depan

Kehadiran kamus karya warga SMAN 1 Kota Besi ini diharapkan dapat memantik semangat sekolah-sekolah lain di Kotim untuk turut serta menggali dan membukukan potensi budaya lokal. Rencananya, kamus ini akan didistribusikan ke  perpustakaan sekolah, dinas pendidikan, dijual umum, dan sovenir.

Dengan terbitnya kamus ini, SMAN 1 Kota Besi membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu sains, tetapi juga benteng pertahanan budaya bangsa.